Calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo saat menemui pelaku UMKM dan masyarakat di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, pada Rabu (4/11/2020).

TANJAK, LINGGA — ‘Badai’ Pandemi Covid-19 kiranya ‘memukul’ semua sektor usaha yang ada di Indonesia, belahan dunia hingga Provinsi Kepulauan Riau. Salah satu sektor yang menjadi perhatian semua pihak adalah, ‘terjun’ bebasnya kondisi perekonomian dan usaha bisnis terpuruk.

Namun demikian, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kiranya menjadi salah satu sektor yang dianggap paling bisa bertahan dalam ‘gempuran’ tersebut. Akan tetapi, pandemi ini dinilai justru membuat pelaku UMKM ada yang sampai mengalami ‘gulung tikar’.

“Untuk permasalahan ekonomi, khususnya di pandemi Covid-19 ini ekonomi kita terjun bebas. Dan hal ini tentu mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Dan membuat para pekerja yang dirumahkan. Dan berdampak secara langsung dengan pelaku UMKM,” jelas calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo saat menemui pelaku UMKM dan masyarakat di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, pada Rabu (4/11/2020).

Baca Juga :  Soerya - Iman, Sosok Pemimpin Yang Dirindukan Masyarakat Pulau

Dia menegaskan, jika dipercaya untuk memimpin Provinsi Kepri telah memiliki program khusus yang diperuntukan bagi pelaku UMKM, khususnya dalam hal mendapatkan pinjaman modal.

“Kita ketahui bersama, pandemi ini juga membuat dana-dana simpanan dari pelaku UMKM ‘tersedot’ habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampaknya, mereka tidak bisa memutarkan modalnya untuk mencari keuntungan dari usahanya,” tegasnya lagi.

Untuk itu, program yang ditawarkannya oleh Bapaknya Wong Cilik ini untuk pelaku UMKM tersebut bernama ‘Pinjaman Lunak Jangka Panjang Tanpa Bunga’.

Baca Juga :  Puskesmas dan Rumah Sakit Terapung Soerya-Iman Dinilai Sebagai Terobosan Luar Biasa

“Terkait pemodalan ini, tentunya hal ini perlu dicarikan solusinya. Yakni pemberian peminjaman lunak jangka panjang tanpa bunga. Dan pinjaman ini harus diberikan untuk sektor perekonomian sehingga mereka tetap bisa berkembang kembali,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, 99 persen usaha di Indonesia berskala UMKM. Artinya, apa yang terjadi pada UMKM akan sangat berpengaruh terhadap yang lain. Sektor ini menjadi sangat vital dalam menopang perekonomian nasional.

Untuk itu, beberapa strategi bisa dilakukan pelaku UMKM untuk tetap bertahan dalam situasi sulit saat ini. Mengingat, setiap UMKM memiliki karakteristik yang berbeda. Artinya, perlakuan berbeda pada setiap UMKM menjadi keniscayaan.(T/R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here