Pertumbuhan ekonomi Kepri selama 2020 mengalami kontraksi hingga minus 3,80 persen. Seluruh sektor perekonomian nyaris lumpuh akibat Pandemi Covid-19. Tampak pedagang daging segar yang sepi pembeli di bilangan Pasar Buntan Center, Tanjungpinang. (F: Istimewa)

TANJAK, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau merilis pertumbuhan ekonomi di Kepri pada medio 2020 lalu dinilai terjun bebas hingga minus 3,80 persen. Angka tersebut di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,07 persen.

”Ini sangat jauh menurun jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2019 sebesar 4,8 persen,” kata Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo, dalam rilisnya, kemarin.

Agus menambahkan, kontraksi terdalam pada tahun 2020 terjadi pada kategori jasa lainnya sebesar minus 68,83 persen, jasa perusahaan minus 41,88 persen, dan kategori penyediaan akomodasi dan makan minum, pun minus 41,01 persen.

Baca Juga :  Drs H Respriadi Kandidat Terkuat Rebut Kursi Ketua DPD PAN Tanjungpinang

Lebih lanjut Agus merincikan,  kategori konstruksi memberikan andil kontraksi terbesar di angka minus 1,19 persen, diikuti sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor minus 1,08 persen dan penyediaan akomodasi makan minum minus 0,97 persen.

Agus juga menjelaskan, roda ekonomi di Kepri selama tiga bulanan (triwulan) 2020 mengalami pertumuhan minus. Yakni, pada triwulan II minus 6,81 persen, triwulan III minus 5,81 persen dan triwulan IV minus 4,46 persen.

“Hanya pada triwulan pertama 2020 yang tumbuh positif 2,02 persen. Setelahnya, kan masuk  masuk pandemi COVID-19,” demikian Agus Sudibyo.

Baca Juga :  Jelang 33 Hari Lagi Pilkada, Sahabat Sinergi Kian Luar Biasa Solid

Penulis: Redaksi

Editor: Takeichii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here